Pertolongan itu Milik Allah dan Kemenangan itu Dekat

Assalamu’alaikum, alhamduillah ‘ala kulli hal.

Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu, atas segala kenikmatan, ukhuwah, kekuatan, harapan, dan atas segala kebaikan yang dijanjikan oleh Allah yaitu bagi orang orang yang mendapatkan keberuntungan di dunia.  Maka siapakah orang orang yang beruntung itu? Orang orang yang beruntung itu adalah orang yang oleh Allah diberikan hidayah sehingga dapat menjalankan apa apa yang diperintahkan Allah, dan menjauhi serta menjaga diri dari perbuatan yang dilarang dan dibenci Allah SWT. Itulah ciri ciri orang bertaqwa.

Suatu ketika ketika Umar  bin Khattab radhiallahu anhu sedang berbincang kepada kepada sahabatnya Ubay bin Ka’ab, beliau bertanya kepada Ubay bin Ka’ab. “Yaa Ubay, menurutmu apa itu taqwa?”. Lalu Ubay menjawab dengan balik bertanya kepada Umar. “Wahai Umar apakah engkau pernah melihat jalan yang berduri?”. “Ya aku pernah melihatnya”. Tangkas Umar. “Kalau begitu apa yang akan engkau lakukan jika melewati jalanan yang berduri itu?”. Umar menjawab, “Aku akan berjalan dengan sangat berhati hati supaya tidak tertancap duri itu.” Ubay bin Ka’ab lalu berkata. “Seperti Itulah taqwa”

Maka berhati hatilah dalam bertingkah laku dalam kehidupanmu.  Ketaqwaan seorang manusia tidak semata dengan merasakan kecintaan dan ketakutannya kepada Allah. Melainkan juga selalu merasakan kehadiran Allah kapan pun dan di mana pun dia berada. Kesadaran itulah yang akan meningkatkan kedekatan Allah di sisi kita. Kesadaran ini pula yang akan membuat kita selalu berhati-hati dalam bertutur kata, berperilaku dan bersikap. Selalu mengaitkan segala tutur kata, perilaku, dan sikap kita akan kehadiran Allah SWT. Itulah sebabnya taqwa disebut sebagai puncak pencapaian spiritual manusia di hadapan Allah SWT, sehingga kita dapat disebut sebagai pribadi muttaqin, pribadi yang sadar akan kehadiran Allah di sisi kita.

Wahai sahabat. Mari kita senantiasa meperbaharui ketaqwaan kita. Dengan kehati hatian dalam mengemban amanah. Melaksanakannya sebaik baiknya dan mengerjakannya dengan mengutamakan keridhaan Allah SWT semata. Pribadi yang demikian itulah, Allah menjajikan jalan keluar dari segala kesulitan yang dihadapinya. Karena pertanggungjawaban amanah itu tidak hanya akan perhitungkan di dunia saja. Melainkan di waktu yang lebih akurat dan terjamin kesempurnaan hitungannya yaitu yaumul hisab.

Ingatlah waktu itu terus bergerak dan tidak ada satupun manusia yang mampu untuk menghentikannya. Kecuali manusia itu sendiri berhenti dari ruhnya ataupun Allah sendiri yang akan menghentikannya dan menggantinya dengan waktu yang baru, yang disana manusia sudah tidak mempunyai kesempatan untuk menebusnya.

Kesuksesan hidup, terlaksananya amanah, mendapatkan rizki, dan segala keberkahan serta keberhasilan yang didapatkan didunia ini, bukanlah didapatkan dari seorang pribadi pribadi yang cerdas, pribadi pribadi yang cermat dan tajam analisisnya, pribadi pribadi yang mempunyai strategi strategi jitu, ataupun pribadi pribadi yang punya manajemen yang kuat. Melainkan oleh pribadi pribadi yang mempunyai kedekatan kepada Allah SWT. Karena tidak ada Dzat yang mampu memberikan pertolongan sebaik pertolongan yang diberikan oleh Allah SWT.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Q.S. Ath Thalaq : 2 )

Nashruminallahu wa fathun qarib. Pertolongan itu milik Allah dan kemenangan itu dekat!

Wallohu a’lam bi showab..

(20.45WIB  6 Juni 2011 @Sekre BSMI (Utara Tugu Yogya).. sambil nunggu mas antok bikin desain funbike)

Iklan

Skripsi, Erupsi, dan Profesi di Bulan Februari (Part 1)

Senin, 25 Oktober 2010

Suatu pagi, pagi yang tidak seperti pagi pagi biasanya, pagi ini adalah hari pertama dimulai penelitian untuk skripsi. Ketika sedang siap siap akan berangkat ngampus, tiba tiba nada sms hapeku berbunyi. “Ah si Kiwil ternyata”, lantas kubuka kotak masuknya (sebenernya aku suka bales dendam sama orang yang lama bales smsnya,hehe, tapi entah mengapa kali ini pengen langsung aku  buka),  “Gam, status Merapi awas, sepertinya kita perlu rapat Pagi ini deh,”. Hmm… Sebenarnya aku kurang faham apa yang dimaksud status “Awas” seperti yang dikabarkan  si kiwil itu. Hanya saja beberapa waktu lalu, kira kira seminggu setelah lebaran, dia pernah ngomong serius untuk minta dana ke BSMI pusat guna persiapan  Merapi yang kembali aktif.  Waktu itu fikirku, “ah paling demam bentar kayak biasanya, paling ntar adem sendiri deh.”

— Hening — “Barangkali ini memang serius”. tapi bagaimana dengan penelitianku? seharusnya ini adalah hari pertamaku Ngelab skripsi. Hari ini adalah hari yang kutunggu tunggu setelah sekitar lima bulan lamanya. Cukup lama untuk dikategorikan menunggu. Sebenarnya aku sudah menggarap proposal skripsi itu sejak Januari 2010 bahkan sejak sebelumnya. Tepatnya saat mengemban amanah di lembaga ekstra kampus. Ya, organisasi yang  bisa dibilang  turut andil membesarkan dan mewarnai perilaku dan cara berfikirku. Memang sudah sesuai rencana ketika akhir April 2010  berakhir dan selesai pula LPJ di organisasi itu maka saat itu pula saat pertama aku di Lab. Sudah kupersiapkan segalanya termasuk izin yang sudah didapatkan dari dosen pembimbingku. Kecuali satu, yaitu obat yang nantinya akan dianalisis.

Sudah sekitar lima bulan aku mencari dan “nginden” obat sintetik berderajat analisis itu. Barangkali obat ini juga yang membuat aku terlambat tidak bisa wisuda di bulan agustus atau november, fikirku dulu.  Rasanya aku sudah buat orang tuaku kecewa karena terlambat lulus. Meskipun aku juga tahu bapak dan ibuku tidak telalu banyak memberikan tuntutan ke anak anaknya. Ibuku tidak pernah menuntut supaya anaknya menjadi bla bla bla, pesanya hanya singkat. “Bersyukur yo le, wes diparingi kemudahan Gusti Allah, sholate sing rajin, syukur bisa di mesjid terus.” Sederhana. Tidak terlalu banyak tuntutan.

Ah.. Sudahlah, ini cuma sehari menundanya. Rasanya tidak terlalu signifikan. Lagipula aku juga sudah menyusun jadwal dengan rigid hingga persiapan jika mendapatkan data yang kurang baik. Insyalloh tidak akan terlambat untuk Wisuda dan  pastinya Profesi di Bulan Februari. Disekitarku juga masih banyak teman teman yang masih berjuang dengan skripsinya. Si Munir dan PITAM nya (Puguh, Izza, Tanjung, Ajun, dan Munir (sudah disebut)  juga masih mengulang ngulang menyintesis obat hampir setengah taun lamanya. Wow, semangat sekali mereka. Begitu pula kelompoknya Anis, Niar, dan Ovi yang kabarnya juga “mengulang-ulang” data penelitiannya yang belum bagus (juga sudah lama sepertinya). Ataupun si Udin yang sangat kesulitan ketemu dengan dosen pembimbingnya yang “tidak kebetulan” adalah Dekan Fakultas yaitu Pak Ban. Atau cerita si Niken yang harus mengganti judul skripsinya dan harus mulai dari awal lagi karena sesuatu hal…. siapa lagi ya ? Fathur, Hanif? yang agak tersendat skripsinya? Barangkali tidak semua penuh dengan aral rintangan seperti itu. Mungkin disitulah nilai perjuangannya.

Kembali ke SMS tadi, akhirnya ku follow up SMS itu dengan cara klasik yang biasa dilakukan. Yaitu menjemput si Kiwil (singkat cerita si kiwil ini secara emang engga bisa naek motor karen faktor X  dan Y) ……..

Pasca Rapat atau bisalah disebut syuro, kesepakatannya adalah  akan segera melakukan assessment ke daerah yang nanti akan kita buat sebagai posko kesehatan. Barak pengungsian yang kemudian kita tuju adalah di desa Kepuharjo.Satu dari sekian banyak barak yang ada di sekitar Cangkringan.

Kami berangkat menjelang maghrib berbekal kontak dengan salah satu kenalan dr.Siswanto di RS PKU Muhammadiyah cangkringan (kalo g salah inget). Kami berangkat bertujuh menggunakan sebuah mobil dan melakukan observasi dan koordinasi dengan pihak setempat termasuk Pak Lurah Kepuharjo. Pada prinsipnya kami boleh mendirikan posko kesehatan yang nantinya akan diisi kebutuhan pengobatan pasien dan akan ada dokter, perawat, dan apoteker yang bertugas di sana. Sekitar Pukul 23.00 WIB kita turun dari cangkringan ke kota setelah merasa cukup mendapatkan informasi..

Selasa, 26 Oktober 2010.

 Bersambung…

Barak Pengungsian Kepuharjo 25 Oktober 2010, pukul 22.00WIB
 

ADA APA DENGAN KRISIS KEMANUSIAAN SURIAH?

Oleh: Tim Medic For Syria BSMI dan PP Pemuda Al Irsyad

Syrian Americans Rally for Freedom

 Gerakan reformasi di Suriah yang bermula pada Maret 2011 di Kota Dar’a wilayah Houran secara perlahan berubah menjadi konflik bersenjata antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi. Konflik yang sudah berwujud perang saudara ini telah menimbulkan dampak yang merugikan warga sipil. Konflik bersenjata tidak hanya menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit, tetapi juga mengancam ketersediaan bahan makanan bagi petani dan peternak subsisten. Kondisi yang tidak kondusif memaksa banyak penduduk Suriah untuk berhenti bekerja, akibatnya kemiskinan dan ancaman kelaparan meningkat.

Sementara itu gempuran tentara Suriah ke basis-basis oposisi seperti di kota Homs, Idlib, Hama, Dar’a, Deir Az Zor, Douma, Zabadani, Latakia telah menyebabkan terputusnya akses komunikasi dan aliran barang ke daerah-daerah tersebut. Kombinasi blokade dan gempuran persenjataan berat oleh militer Suriah ke daerah-daerah tersebut telah menciptakan penderitaan berat bagi penduduk sipil yang terjebak di daerah tersebut. Kota-kota seperti Homs dan Idlib telah berbulan-bulan kekurangan pasokan makanan, dan obat-obatan, sementara akses listrik, air dan komunikasi telah diputus oleh militer Suriah.

Konflik bersenjata di Suriah Sejak Maret 2011 hingga Juni 2012 telah mengakibatkan sebanyak 18.100 jiwa tewas, mayoritas adalah warga sipil.[1] Diantaranya sebanyak 1.372 jiwa merupakan anak-anak berusia dibawah 16 tahun. Sementara lebih dari 15.000 orang lainnya terluka. Akibat kurangnya stok obat-obatan dan peralatan medis, serta blokade militer Suriah terhadap daerah-daerah yang dikuasai oposisi banyak korban luka yang akhirnya meninggal. Sementara itu ratusan korban luka dievakuasi ke negara-negara tetangga. Menurut UNHCR Lebanon Utara hingga maret 2012 telah menerima 268 korban luka dari Suriah.[2] Sementara hingga awal Juni pemerintah Turki mencatat ada sebanyak 213 korban luka dari Suriah yang dievakuasi ke Turki.[3]

Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi dan stabilitas politik beberapa negara tetangga Suriah juga turut mempengaruhi kondisi para pengungsi. Pada akhir Juli pemerintah Lebanon secara resmi mengeluarkan kebijakan untuk menolak korban luka yang dievakuasi ke Lebanon untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit-rumah sakit yang berada di Lebanon. Hal ini dikarenakan rumah sakit-rumah sakit di Lebanon sudah tidak mampu menampung korban luka yang terus mengalir dari Suriah. Pemerintah Iraq hingga akhir Juli melarang pengungsi asal Suriah yang mencoba mengungsi ke Iraq. Hanya pemerintah otonomi Kurdi di Iraq utara yang mengizinkan pengungsi asal Suriah melintas ke Iraq. Sementara itu korban yang mulai berjatuhan dikalangan pengungsi Iraq yang mengungsi ke Suriah, terutama yang tinggal di Damaskus, akhirnya memaksa pemerintah Iraq untuk mengevakuasi 112.000 warganya yang mengungsi ke Suriah paska agresi militer Amerika Serikat.

Sementara itu pemerintah Yordania melarang ribuan pengungsi asal Iraq dan Palestina yang tinggal di Suriah untuk masuk ke wilayahnya. Hal ini karena pemerintah Yordania takut ekonominya akan mengalami krisis jika terlalu banyak pengungsi yang masuk ke wilayahnya. Hingga akhir Juli setidaknya ada 150.000 pengungsi asal Suriah yang mengungsi ke Yordania. Di samping itu Yordania juga menampung hampir satu juta pengungsi asal Iraq yang mengungsi paska agresi militer Amerika Serikat tahun 2003 silam.

Beberapa bulan sebelum dimulainya konflik di Suriah pada 2010, FAO (Food and Agriculture Organization) mengeluarkan laporan bahwa sebanyak 1,4 juta penduduk Suriah terancam kekurangan pangan sebagai akibat dari rendahnya curah hujan selama 4 tahun terakhir.[4] Mayoritas penduduk yang terancam kekurangan pangan berasal dari daerah-daerah yang kemudian menjadi kawasan konflik. FAO telah mengeluarkan peringatan kemungkinan bertambahnya jumlah penduduk yang teracam kekurangan pangan, terutama di kawasan yang terjadi konflik seperti di Homs, Hama, Idlib, Dar’a dan Rifq Dimasyq. Sementara itu 300.000 petani dan peternak di utara Suriah (Idlib, Aleppo, dan Ar Raqqah) terancam kekurangan pangan karena kekeringan yang sudah melanda sejak 4 tahun terakhir dan kemudian ditambah konflik bersenjata.

FAO bersama dengan WFP (World Food Program) sebelum konflik bersenjata Suriah sudah mengeluarkan peringatan akan adanya krisis kemanusiaan di Suriah karena sulitnya menggalang bantuan untuk penduduk Suriah yang kekurangan pangan. Kondisi rawan pangan ini kemudian diperparah oleh konflik bersenjata yang mengakibatkan akses transportasi bantuan pangan ke daerah-daerah terdampak kekeringan menjadi sangat sulit, bahkan beberapa daerah seperti Homs transportasi terputus sama sekali.

Pengungsi

 Konflik Suriah juga menyebabkan ratusan ribu penduduk sipil mengungsi ke daerah yang lebih aman di dalam Suriah atau ke negara-negara tetangga.  Sementara itu ratusan korban luka akibat konflik baik kalangan sipil maupun oposisi yang berasal dari kawasan yang dikuasai oposisi juga diselundupkan keluar Suriah, terutama ke Lebanon agar dapat mendapatkan perawatan yang layak. Jumlah pengungsi di berbagai negara tetangga Suriah per 28 Juni 2012 adalah

Negara Pengungsi terdaftar oleh UNHCR Dalam proses pendaftaran oleh UNHCR Tidak terdaftar Jumlah
Yordania

31.802

2.644

120.000

154.446

Lebanon

28.477

2.500

6.250

37.227

Iraq

6.547

1.453

7.000

15.000

Turki

37.353[1]

37.353

Jumlah

104.179

6.597

132.250

243.026

Sumber: Update No 13: Syria Regional Refugee Response Jordan, Lebanon, Iraq, Turkey 24 Juli 2012. UNHCR.


Jumlah pengungsi di negara-negara tetangga Suriah diperkirakan akan terus bertambah. UNHCR menyatakan bahwa rata-rata setiap hari ada 120 pengungsi yang melintas ke Yordania. Sementara di Iraq UNHCR menyatakan rata-rata ada 1.000 pengungsi baru tiap bulannya. jumlah pengungsi di dalam Suriah (Internally displaced persons) menurut Bulan sabit Merah Suriah hingga tanggal 30 Mei mencapai 300.000 jiwa.

Kondisi di atas terjadi sebelum pertempuran Damaskus dan Aleppo terjadi seminggu lalu. Menurut UNHCR paska pertempuran Damaskus dan Aleppo jumlah pengungsi meningkat drastis, diperkirakan lebih dari 1.000 orang tiap harinya melintas perbatasan ke Lebanon. Beberapa kota di propinsi Homs, Hama serta Rifq Dimasyq hampir kosong ditinggal lebih dari 80 persen penduduknya untuk mengungsi.

Selain itu terdapat ratusan ribu pengungsi asal berbagai negara yang saat ini berada di Suriah. Ratusan ribu pengungsi ini sebelumnya mendapatkan bantuan dari pemerintah suriah dan berbagai lembaga kemanusiaan internasional. Namun memburuknya kondisi keamanan di Suriah menyebabkan banyak pengungsi tidak lagi mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan. Beberapa barak pengungsian bahkan terletak di daerah konflik, seperti kamp pengungsi Palestina di Latakia, Homs dan Zabadani.

Mayoritas adalah pengungsi asal Palestina yang sudah tinggal di Suriah sejak perang 1948 dan pengungsi asal Iraq yang mengungsi paska invasi Amerika Serikat ke Iraq. Berikut adalah jumlah pengungsi dari berbagai negara yang ada di Suriah.

Asal Pengungsi Jumlah
Palestina

475.000

Iraq

112.000

Somalia

2.675

Afghanistan

1.978

Sudan

876

Jumlah

592.529

Sumber: UNHCR Syria Fact Sheet Februari 2012

Di dalam Suriah juga masih ada sekitar 150.000 pekerja migran. Mayoritas berasal dari Indonesia, Philipina, Sri Lanka, dan Ethiopia. BNP2TKI mencatat ada 11.760 TKI asal Indonesia yang saat ini terjebak di Suriah.[6] Berdasarkan laporan BNP2TKI baru sekitar 2.000 TKI yang berhasil keluar dari Suriah. Kondisi keamanan di Damaskus yang semakin buruk mendesak untuk dilakukan evakuasi WNI secara besar-besaran dari Suriah.

Kondisi kemanusiaan di atas, berupa besarnya jumlah pengungsi dan korban luka akibat konfli Suriah mendorong UNHCR mengeluarkan peringatan akan terjadinya krisis kemanusiaan parah. Hal ini dikarenakan besarnya jumlah pengungsi dan korban luka, kekeringan yang melanda Suriah, serta tidak siapnya komunitas bantuan kemanusiaan internasional dalam menanggapi krisis kemanusiaan ini. UNHCR dalam laporannya tertanggal 24 Juli 2012 menyatakan baru 20 persen dana yang dibutuhkan untuk penanganan pengungsi yang telah tersedia. Jika 80 persen dana yang dibutuhkan tidak juga terpenuhi, diperkirakan akan terjadi bencana kelaparan dan konflik sosial di negara-negara tetangga Suriah.

Gambar Kondisi Pengungsi SUriah Di Turki
turki crescent

Sejarah Solidaritas Antara Indonesia dan Suriah

Mungkin banyak diantara kita yang tidak tahu betapa rakyat Indonesia banyak berhutang budi kepada rakyat Suriah. Mungkin banyak juga diantara kita yang lupa bahwa pada 21 Juli 1947 yang bertepatan juga pada saat Ramadhan Belanda melancarkan agresi militer pertamanya ke Indonesia yang baru saja merdeka.

Ketika berita agresi militer Belanda tiba di Suriah, menurut Arab News Agency bahwa pemerintah dan rakyat Suriah segera mengecam tindakan Belanda ini. Bahkan dengan inisiatif rakyat, pada tiap ibadah sholat Jumat selama Ramadhan tahun itu, para khatib Jumat di masjid-masjid di Damaskus, Douma, Aleppo, Latakia, Homs dan Hama menyerukan rakyat Suriah untuk menggalang dana demi membantu perjuangan rakyat Indonesia yang saat itu “memberontak” melawan “pemerintahan Hindia yang sah” yang didukung oleh Kerajaan Belanda.[7]

Tidak hanya itu saja, kemudian kementerian Waqf Suriah menyerukan secara resmi agar doa qunut dibacakan setiap sholat fardhu di tiap2 masjid di penjuru Suriah untuk mendoakan kehancuran bagi Belanda dan kemenangan bagi rakyat Indonesia. Tiap selesai sholat Jumat warga Suriah selain mengumpulkan dana juga kemudian menyelenggarakan sholat ghoib untuk para syuhada di Indonesia.

Dana yang dikumpulkan di tiap-tiap Masjid tersebut kemudian disalurkan melalui perwakilan Indonesia di Suriah untuk kemudian dibelikan obat-obatan, pakaian maupun persenjataan untuk mendukung perang gerilya yang dilancarkan rakyat Indonesia.

Pada 6 September 1947 Bulan Sabit Merah Mesir bersama dengan Bulan Sabit Merah Suriah mengirimkan misi kemanusiaan yang terdiri dari 3 dokter. Bulan Sabit Merah Mesir dan Bulan Sabit Merah Suriah juga mengirimkan bantuan berupa 2 ton obat-obatan serta beberapa ton pakaian. Misi kemanusiaan Mesir-Suriah ini bertugas di Bukittinggi Sumatera Barat selama 4 bulan, di tengah-tengah gempuran militer Belanda terhadap rakyat Indonesia.[8]

Tidak berhenti sampai situ saja, ketika pada 19 Desember 1948 Belanda kembali melancarkan agresi militernya yang kedua, bahkan hingga berhasil merebut ibukota Yogyakarta, Rakyat Suriah adalah yang pertama kali mengecam dan menyeru untuk membantu saudara-saudaranya di Indonesia. ketika negara-negara lain bimbang mengenai status Indonesia yang saat itu tampak “berhasil dikalahkan” Belanda, Rakyat Suriah justru berdemo menuntut pemerintah Suriah untuk menutup bandara-bandara di Damaskus dan Di Aleppo agar tidak digunakan pesawat-pesawat Belanda untuk transit dalam perjalanan mengangkut amunisi dan tentara menuju Indonesia. Mendengar kabar penderitaan rakyat Indonesia, kembali para Imam masjid di seluruh Suriah membacakan qunut nazilah. Setiap sholat jumat para khotib juga kembali menyeru rakyat Suriah untuk menggalang dana untuk membeantu perjuangan rakyat Indonesia, dan kemudian melakukan sholat ghoib setelah selesai sholat jumat.

22 Maret 1949 akibat tekanan rakyat Suriah, pada akhirnya pemerintah Suriah secara resmi memutus kerjasama dengan KLM (maskapai penerbangan Belanda) dan melarang seluruh pesawat Belanda, baik sipil maupun militer untuk transit diseluruh bandara di Suriah. tindakan yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Iraq.[9]

Rakyat Indonesia dan rakyat Suriah terikat oleh sejarah solidaritas tersebut. sekarang saat rakyat Suriah memperjuangkan kebebasannya, adalah saat yang tepat bagi kita rakyat Indonesia untuk membalas kebaikan rakyat Suriah. Jangan sampai kita seperti kata pepatah kacang lupa kulitnya. ketika kita dalam keadaan susah, kita mengemis meminta solidaritas rakyat Suriah, namun ketika rakyat Suriah kesusahan kita enggan menunjukkan solidaritas kita.

Bung Hatta seusai menghadiri KMB di Den Haag Belanda, ketika transit di Kairo mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada rakyat Mesir, Suriah, Iraq dan segenap anggota Liga Arab atas dukungan semenjak proklamasi. Sokongan negara-negara Arab yang tiada henti-hentinya terhadap perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya -yang telah juga diakui secara de facto dan de jure oleh negara-negara Arab sebelum satupun negara di dunia ini mengakuinya- telah membantu bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya dari agresi Belanda[10]

Oleh karena itu, dari Yogyakarta, Ibukota revolusi ayo kita serukan dan semarakkan semangat Solidaritas Suriah, sebagaimana dulu ketika Yogyakarta digempur Belanda, Damaskus semarak akan solidaritas untuk Indonesia.

[1] http://syrianshuhada.com

[2] http://www.unhcr.org/4f5f48156.html

[3] http://www.afetacil.gov.tr/Ingilizce_Site/index.html

[4] http://www.fao.org/news/story/en/item/128905/icode/

[5] Data Pemerintah Turki, http://www.afetacil.gov.tr/Ingilizce_Site/index.html

[6] http://www.thejakartaglobe.com/lawandorder/poor-data-puts-indonesian-migrant-workers-in-syria-at-risk/523587

[7] M. Zein Hassan Lc. Lt. 1980. Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri: Perjoangan Pemuda/Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah. Jakarta: Penerbit Bulan Bintang. Hlm 239.

[8] Ibid, hlm 252.

[9] Ibid, hlm 247.

[10] Ibid, hlm 249.

Puisi Adian Husaini tuk Irshad Manji

Ini puisi curahan hati
Cermati hikmah Sayyidina Ali
Juga Imam Syafii
Homo dan Lesbi patutlah dihukum mati

Sungguh ajaib negeri ini
Kitab Suci kata hukum si lesbi!
Tapi,lesbi unjuk gigi
Muncul di Tivi tivi
Ludahi muka Kiyai dan da’i
Hina Quran suci!

Kaum Luth sudah binasa
Demi syahwat berjenis sama
Mereka usir Utusan Tuhan dari kampungnya
Begitulah, ada masa ketika setan kuasa

Sungguh aneh si sastrawan tua
dengan prinsip syahwat merdeka
haram jadi halalan thayiba
Zina, homo, lesbi, dikata Hak Asasi Mnusia!

Ya Allah Ya Rabbana
Rasul Mu bkata
sorga ditutup perkara yg manusia taksuka
Dan setan pun berpesta
Sukses hias neraka jadi panggung gembira!

Ya Allah Ya Rabbana
Kemana lagi kami melantun doa
Kata Imam Ghazali yg mulia
Jika ulama diamkan angkara murka
tanda gila dunia merajalela!

Ya Allah Ya Rabbana
Nabimu telah berkata
Zina dengan jenis sama
jahatnya luar biasa
Tapi di satu negara
cendekia tolabul’ilmi pada lesbi berwujud manusia!

Ya Allah Ya Rabbi
Di satu negeri
ada ilmuwan tua sekali
bicara di tivi tivi
kekerasan agama harus dibasmi!
Tp, demi demokrasi, muslim halal dibunuhi!

Ya Allah Ya Rabb
Dulu penjajah kafir sejati
berkata pd rakyat kami
Islam itu agama damai
Kamu jangan guna kekerasan utk lawan kami!

YaAllahYa Rabbi
Banyak yg tak mengerti
Kekerasan hanya boleh terjadi
Jika diatur Quran&Sunnah Nabi
Nabi hormati zimmi,jg perangi Yahudi!

Katanya Gajah Mada gagah perkasa
Katanya dia juga laki laki perkasa
bukan homo n bukan lesbi pula
Tapi anehnya, di UGM lesbi diminta fatwa

Dulu, Yogya pusat perjuangan
Sultan Agung kirim pasukan
Usir portugis dg pasukan
UGM undang lesbian tuk kasih wejangan!

Baca The Satanic Versus nya Salman Rushdie!
Itu kawan idola si Lesbi Manji
Kata Rushdie: Aisyah istri Nabi, adalah pelacur paling diminati!

Ada yg kata
Biarkan Manji bicara!
Kini, biarkan kami bicara! Muslim cinta damai dengan sesama
Tapi jika Nabi kami dihina
Pasti kami tak ridha

Ya Allah Ya Tuhan kami
Engkau Maha Tahu kondisi negeri kami
penghina agama kuasai opini
mereka ajak umat kami
hormati lesbi& penghina Nabi

Kita umat Nabi Muhammad
cintai damai dan nasehat
kami diajarkan hormat dan jihad
pemuja maksiyat pasti diazab
dunia dan akhirat!

Puisi Dr. Adian Husaini MA (Ketua DDII) dari twiter beliau @husainiadian 8 Mei 2012 pukul 10.00WIB

 

Hujan sore ini

Hujan sore ini

Memang tak lebih sekedar  jejak air

Ia singgah lalu pergi

Seringkali juga seperti bernyanyi

Hanya saja sedikit lebih merdu dari bunyi

 

Kadang ia mendinginkan hati

Kadang juga menguras hati

Kadang orang mengrenyitkan dahi

Tapi yang jelas ia selalu murah hati

 

Asal tahu saja hujan tak lelah menuntut langit

Langit saja yang tak terbuka menampungnya

Maka turunlah ia beristirahat di bumi

Istirahatnya pun mendamaikan diri

 

Jika hujan adalah putera penyejuk hati

Maka sungguh ia seperti udara

Jelas manusia butuh ia

Dan jikalau ia tiada

Dalam hitungan detik kita menderita

 

Sekarang ia berserak ditanah kita

Tetapi hatinya utuh menyenangkan semua

Lantas bagaimana kita bersukur atas kehadirannya?

Bersyukurlah kepada yang menciptakannya

 

Sleman, 2 Januari 2011 3.45pm.

(Im not a Petrichorian, but Im very like rain :))

Hijab Punuk Unta

hijab punuk onta

Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh.. Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda” “Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,”

1.      Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],

2.      dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan.

Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”. (HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama: Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:

“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…”

Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.

Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.

Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.

Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.

Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.

Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya. “Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan. Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak. Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal. “Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu. Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki. “Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.

Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka. Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta. Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Fatwa Syaikhuna Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah: Pertanyaan :

Pertanyaan:

Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :

Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?

Jawaban :

Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan. Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam : kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…“ Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh” kaset no. 161.

Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah: Pertanyaan :

Pertanyaan:

Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?

Jawaban :

Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”. Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya. Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.

Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27:

Pertanyaan:

 Apakah boleh kita berkeyakinan tentang kafirnya para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali” (Al-Hadits)?.        

 Jawaban:

Siapa saja yang meyakini akan halalnya hal itu dari kalangan para wanita padahal telah dijelaskan kepadanya [kalau tidak halal] dan diberi pengertian tentang hukumnya, maka ia kafir.   Adapun yang tidak menghalalkan hal itu dari kalangan para wanita akan tetapi ia keluar rumah dalam keadaan berpakaian tapi telanjang, maka ia tidak kafir, akan tetapi ia terjerumus dalam dosa besar, yang harus melepaskan diri darinya dan taubat daripadanya kepada Allah, semoga Allah mengampuninya. Jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosanya itu maka ia berada dalam kehendak Allah sebagaimana layaknya para ahli maksiat; sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:   “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48). Selesai. 

Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27.

Kesimpulan: Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .   Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.   Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup.   “Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]   “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”   [Q.S. Al Hujaraat : 15]

  Kalau kita cermati dengan seksama maka akan jelas sekali bahwa saat ini banyak kaum wanita yang telah melakukan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadits tersebut, yaitu memakai jilbab yang dibentuk sehingga mirip punuk onta. Kalau berjilbab seperti ini saja tidak masuk surga, bagaimana pula yang tidak berjilbab?   Inti dari larangan dalam hadits tersebut adalah bertabarruj, yaitu keluar rumah dengan berdandan yang melanggar aturan syari’at dan berjilbab yang tidak benar sebagaimana firman Allah:   “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).   Adapun ketika dirumah dan dihadapan suami, maka para isteri diperbolehkan berdandan dengan cara apa saja yang menarik hati suaminya, bahkan tanpa mengenakan sehelai kainpun juga boleh, tidak haram, bahkan berpahala.   Semoga jelas dan bermanfaat..

Dengan Hijabmu Engkau Ibarat Mutiara yang Tersimpan, Terjaga, lagi Terlindungi..

Perempuan Yang Tidak Berjilbab Dengan Jilbab Sesuai Aturan Syari’at Bukan Hanya Rusak Untuk Dirinya Sendiri, Akan Tetapi Juga Merusak Orang Lain?!     Berjilbab Dengan Benar. Tubuh Ditutup Jilbab dan Hati Dihiasi Akhlakul Karimah. Tidak Ada Alasan Memperbaiki Hati Dulu Sebelum Berjilbab. Yang Benar Adalah Keduanya Wajib Dikerjaan Bersamaan; Tubuh Di Jilbab-in dan Hati Di Bener-in. Selamatkan Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka. Mulailah dari Sekarang Sebelum Terlambat. Sebelum Ajal Datang Menjemput. Sesal Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tiada Guna. BerIslam Secara Total [Kaaffah] dan Tidak Setengah-Setengah. Allah Mencintai Anda. Allah Meridhai Anda. Allah Memberikan Barokah Kepada Anda. Carilah Ridha Allah dan Jangan Takut Hinaan Manusia. Jangan Terbalik, Mencari Ridha Manusia Padahal Mendatangkan Murka Allah. Anda Bisa dengan Pertolongan Allah. Mulailah dari Sekarang. Mulailah dari Sekarang. Mulailah dari Sekarang. Sebelum Terlambat! Sebelum Menyesal!  Mantapkan Hatimu. Melangkahlah. Allah Menolongmu. Allah Membantumu. Allah Bersamamu. Bismillah Tawakkaltu ‘Alallooh…

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ( Al-Qur’an Surat 33 Al-Ahzaab Ayat 59).

Sumber: http://www.kajianislam.net/modules/wordpress/2011/11/20/beginilah-gambar-perempuan-yang-kepalanya-ibarat-punuk-onta-yang-disebutkan-oleh-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-ala-alihi-wa-sallam-dalam-hadits-shahih-riwayat-imam-muslim-dan-lainnya-bahwasanya-mer/

حملة  لن اكون من الكاسيات العاريات ولا اختى ولا صديقتى

Pan Melayu dan Nusantara

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

(Tuanku Muhammad Daudsyah Johan Berdaulat, Sultan Kesultanan Aceh Darussalam Terakhir)

Permulaan abad 20 merupakan masa suram bagi Bangsa Melayu di seluruh kepulauan Nusantara. Pada tahun 1904, Kesultanan Aceh Darussalam yang merupakan salah satu negeri Melayu terkuat di Kepulauan Nusantara berhasil ditaklukan oleh Belanda setelah peperangan selama 31 tahun sejak 23 Maret 1873. Pada tahun 1902 Kesultanan Patani Darusalam yang sejak tahun 1875 diduduki oleh Kerajaan Siam akhirnya dihapuskan, bahkan pada tahun 1909 secara resmi kawasan Kesultanan Patani yang meliputi propinsi Patani, Narathiwat, Yala, Songkhla, dan Pathalung serta bagian utara Kesultanan Kedah, yang sekarang menjadi propinsi Satun secara resmi digabungkan ke dalam administrasi Kerajaan Siam. Kesultanan Patani Darussalam yang dulu sempat menjadi negeri Melayu terkuat di Semenanjung Malaya, dan bahkan hampir menaklukan Siam pada tahun 1563 di bawah kepemimpinan Sultan Muzhafar Shah akhirnya harus tunduk pada kekuasaan Kerajaan Siam.Tidak cukup sampai Patani, Kerajaan Siam bahkan sempat mengancam kedudukan Kesultanan Kelantan Darul Naim, Kerajaan Perlis Indera Kayangan, Kesultanan Terengganu Darul Iman dan Kesultanan Kedah Darul Aman.

Adalah perjanjian Anglo-Siam 1909 yang secara sepihak membagi – bagi tanah Melayu dalam kekuasaan Kerajaan Siam dan Inggris. Perjanjian yang dibuat secara sepihak tanpa memperhatikan aspirasi Bangsa Melayu tersebut menyerahkan kedaulatan Kesultanan Patani Darussalam dan bagian utara Kesultanan Kedah Darul Aman kepada Kerajaan Siam. Sedangkan Kesultanan Kelantan Darul Naim, Kesultanan Terengganu Darul Iman, Kesultanan Kedah Darul Aman dan Kerajaan Perlis Indera Kayangan diserahkan kepada Inggris. Bermula sejak itulah kebijakan Siamisasi diarahkan kepada Bangsa Melayu Muslim yang tinggal di Patani Darusalam dan Sentul (Satun).

Pada 1913 dua kesultanan Melayu di Pulau Mindanao pada akhirnya tunduk pada penjajahan Amerika Serikat setelah melalui perang sejak tahun 1898. Baru setelah tentara Amerika Serikat meniru taktik brutal Belanda ketika menghadapi semangat jihad rakyat Aceh, Bangsa Melayu di Kesultanan Sulu Darul Islam dan Kesultanan Maguindanao bisa takluk. Kesultanan Sulu Darul Islam merupakan salah satu negeri Melayu terkuat di timur kepulauan Nusantara. Kesultanan yang pernah menguasai sebagian besar Pulau Mindanao, Pulau Palawan, Kepulauan Sulu hingga Sabah dan bagian utara Kalimantan Timur ini berperang selama 375 tahun menghadapi penjajah Spanyol dan usaha Kristenisasi yang dibawanya. Lelah berperang dengan Bangsa Melayu, dan pemberontakan Bangsa Melayu Kristen di utara Philipina, Spanyol akhirnya menjual Philipina dan wilayah Kesultanan Sulu Darul Islam dan Kesultanan Maguindanao kepada Amerika Serikat pada tahun 1898 melalui Traktat Paris.

(Kuburan Masal Pejuang Kesultanan Sulu Darul Islam dan Maguindanao)

Masa – masa suram Bangsa Melayu pada awal abad ke 20 tersebut kemudian akan membangkitkan semangat Pan-Melayu dikalangan Bangsa Melayu yang tersebar di Kepulauan Nusantara, termasuk kawasan Philipina. Walaupun berkembang pesat paska perang dunia pertama, gagasan Pan-Melayu sudah muncul sejak abad ke 19. Adalah Jose Rizal, seorang Melayu Katholik asal Philipina yang merupakan salah satu pionir gagasan Pan-Melayu. Hal yang sangat menarik adalah, jika pada saat belakangan gagasan Pan-Melayu seringkali diidentikan sebagai gagasan anti Cina, justru pada masa awal kelahirannya gagasan ini di dukung oleh Jose Rizal yang juga merupakan keturunan campuran imigran Cina dari Quangzou dan Melayu Katholik. Sangat menarik untuk melihat perkembangan gagasan Pan-Melayu, atau juga sering dikenal sebagai Indonesia Raya,Melayu Raya dan Nusantara. Pada abad ke 19 gagasan ini mulai muncul di kalangan Bangsa Melayu Katholik di Kepulauan Philipina. Jose Rizal pernah mendorong penduduk Philipina untuk mempelajari bahasa Melayu untuk menguatkan akar Melayu penduduk Philipina yang mayoritas beragama Katholik. Namun pada awal abad ke 20 gagasan Pan-Melayu diadopsi oleh kelompok Islam. Adalah para pelajar Melayu dari Hindia Belanda dan British-Malaya di Universitas Al Azhar yang kemudian mengembangkan konsep Pan-Melayu pada tahun 1920-an. Media masa baik di Kairo, Penang, Sumatera hingga Jawa, seperti Suara Azhar di Kairo, Saudara di Penang, Pewarta Deli di Sumatera, Bintang Hindia, Pedoman Masjarakat dan Fikiran Rakjat di Jawa menjadi corong Pan-Melayu.

(Jose Protasio Rizal Mercado, salah satu pioner gagasan Pan-Melayu. Dieksekusi Spanyol pada 1896 karena terlibat dalam Revolusi Philipina)

Di bagian timur Nusantara, Wenceslau Quinito Vinzon pada tahun 1923 menulis essai-pidato berjudul Malaysia Irredenta yang mengemukakan gagasan negara Melayu raya yang meliputi seluruh Kepulauan Nusantara. Lebih jauh Wenceslau kemudian membentuk Perhempoenan Orang Melayoe. Perhimpunan ini menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar untuk menguatkan ikatan Ras Melayu penduduk Philipina. Termasuk anggota perhimpunan ini adalah Diosdado Macapagal, yang kelak pada tahun 1963 menjadi Presiden Philipina yang juga menjadi pengusul Maphilindo, federasi Malaysia, Philipina dan Indonesia, sebelum pecah konfrontasi antara Indonesia – Malaysia

(Wenceslao Quinito Vinzon, Pengagum Jose Rizal sekaligus yang berusaha mewujudkan gagasan Pan-Melayu Jose Rizal. Dieksekusi tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942)

Gagasan Pan-Melayu di kawasan Melayu Islam tidak hanya diadopsi kelompok Nasionalis Islam, pada perkembangan, terutama paska pemberontakan kaum Komunis di Jawa dan Sumatera pada 1926 – 1927 gagasan Pan-Melayu juga kemudian didukung oleh kaum Komunis. Jika di Philipina ada Jose Rizal dan Wenceslau Quinito Vinzon, Kaum Nasionalis Islam memiliki Syaikh Mohd. Thahir Jalalludin, kaum Komunis memiliki Tan Malaka yang menyerukan Pan-Melayu.

(Syaikh Mohd. Thahir Jalalludin, Ulama kelahiran Minangkabau yang merupakan murid dari Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syaikh Ahmad Al Fatani dan Syaikh Muhammad Rasyid Ridha. Merupakan salah satu pendukung Pan-Melayu dari Penang.)

Pada tahun 1930-an, gagasan Pan-Melayu lebih dominan dianut kelompok Komunis dan Sosialis. Sedangkan kelompok Islam sedikit terpinggirkan karena kesulitan mereka dalam mengimplementasikan konsep mereka tentang Pan-Melayu. Di sisi lain para pendukung Pan-Melayu melihat gerakan proletarian yang diusung kaum Komunis-lah yang akan banyak membantu mewujudkan sebuah negara Melayu Raya. Namun gagasan Pan-Melayu pada tahun 1930-an tidak eksklusif milik kaum Komunis. Muhammad Yamin seorang pendukung sosialisme yang sama – sama berasal dari Minangkabau seperti Tan Malaka adalah juga seorang pendukung gigih Pan-Melayu. Bahkan Soekarno juga menjadi pendukung Pan-Melayu walaupun tidak seterbuka Tan Malaka dan Muhammad Yamin.

(Muhammad Yamin, salah satu Tokoh Pan-Melayu paling gigih di Hindia Belanda)

Satu lagi kelompok yang berperan dalam perjungan gagasan Pan-Melayu pada tahun 1930-an adalah kaum fasis Indonesia. Partai Indonesia Raya di bawah pimpinan dr. Sutomodan Partai Fasis Indonesia di bawah pimpinan dr. Notonindito. Walaupun Partai Indonesia Raya lebih tertutup dalam mengadopsi fasisme, namun kedua partai kaum fasis Hindia Belanda ini memiliki kesamaan, yaitu mendasarkan perjuangan Pan-Melayu pada feodalisme dan romantisme masa Majapahit. Bahkan lebih jauh Partai Fasis Indonesia memimpikan Nusantara yang akan disatukan di bawah naungan seorang raja dari dinasti Penembahan Senopati.

(Pengurus Partai Indonesia Raya)

Ide Pan-Melayu secara luas diterima bahkan dipropagandakan pada masa penjajahan Jepang. Kelompok pro Pan-Melayu di Semenanjung Malaya yang tergabung dalam KMM (Kesatuan Melayu Muda) di bawah pimpinan Ibrahim bin Haji Yaakob mencoba memperjuangkan Pan-Melayu dengan berkolaborasi dengan Jepang. Di Hindia Belanda pun, penjajahan Jepang dilihat sebagai peluang untuk mewujudkan cita-cita Pan-Melayu, yaitu mendirikan negara Melayu Raya.

Usaha paling nyata untuk merealisasikan cita-cita Pan-Melayu adalah yang dilakukan oleh Muhammad Yamin dalam sidang BPUPKI. Saat itu Muhammad Yamin mengusulkan mengenai wilayah negara Indonesia yang akan berdiri harus mencakup seluruh kawasan Hindia Belanda, New Guinea, Borneo Utara, Semenanjung Malaya dan Timor Portugis. Usulan Muhammad Yamin ini didukung oleh banyak anggota BPUPKI, termasuk Sukarno yang menyatakan bahwa ada tiga orang utusan dari Singapura dan Letkol Abdullah Ibrahim dari Semenanjung Malaya (Ibrahim bin Haji Yaakob) juga mendukung gagasan tersebut. Bahkan Mohammad Hatta yang lebih mendukung bahwa Indonesia hanya akan mencakup Hindia Belanda saja tidak menolak usulan Muhammad Yamin tersebut. Dalam voting usulan Muhammad Yamin diterima 39 anggota dari 62 anggota BPUPKI, yang pada akhirnya menjadikan gagasan Pan-Melayu minus Philipina dijadikan bagian rekomendasi BPUPKI bagi pembentukan negara Indonesia.

(Ibrahim bin Haji Yaakob. Pimpinan KMM, setelah pendaratan Inggris ke Semenanjung Malaya, beliau mengikuti saran Sukarno untuk pindah dan berjuang dari Jawa untuk kemerdekaan Indonesia Raya)

Pada 29 Juli 1945 dengan dukungan militer Jepang, Ibrahim bin Haji Yaakob mulai menyiapkan kongres Pemuda Melayu yang akan diadakan pada 16 dan 17 Agustus 1945 di Kuala Lumpur. Kongres tersebut bertujuan untuk menyatakan dukungan dari rakyat Semenanjung Malaya terhadap kemerdekaan Indonesia, menyatakan keinginan rakyat Semenanjung Malaya untuk bersatu dengan Indonesia dan memilih delegasi untuk hadir dalam upacara kemerdekaan Indonesia.

(Pimpinan KMM)

Bersamaan dengan itu Ibrahim bin Haji Yaakob mulai mempersiapkan pembentukan pemerintahan interim tanpa sepengetahuan Jepang. Pemerintahan interim tersebut akan diumumkan pada saat yang sama saat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Termasuk dalam pemerintahan interim itu adalah Sultan Perak, Sultan Pahang, Sultan Johor, Datuk Onn bin Jafar, Datuk Abdul Rahman Johor, Datuk Husain Muhammad Taib Pahang, dan Raja Kamarulzaman Raja Mansor Perak.

(Sultan Abdul Aziz dari Perak bersama Raja Perempuan Khadijah.)

Ibrahim bin Haji Yaakob juga membentuk delegasi sebanyak 8 orang yang akan hadir dalam upacara kemerdekaan Indonesia, yaitu perwakilan dari sultan – sultan Semenanjung Malaya yang terdiri dari Sultan Abdul Aziz Perak dan 3 sultan lain, serta 4 aktivis KMM, yaitu Ibrahim bin Haji Yaakob, dr Burhanudin, Onan Haji Siraj dan Hassan Manan.

Ketika pada 8 Agustus 1945 rombongan Sukarno dan Hatta transit di Singapura dalam perjalanan menuju Saigon mereka disambut anggota KMM, yaitu Hassan Manan, Pacik Ahmad dan Onan Haji Siraj yang kembali menyatakan keinginan rakyat Semenanjung Malaya bergabung dengan Indonesia. Bahkan aktivis KMM mengibarkan bendera merah putih di beberapa  tempat di Singapura, salah satunya di atas bangunan bioskop Cathay.

(Pertemuan Taiping 12 Agustus 1945. Dari kiri ke kanan: Prof. Akamatsu, Muhammad Hatta, Pakcik Ahmad, Radjiman Widiodiningrat (Katua BPUPKI), Sukarno, Ibrahim bin Haji Yaakob (Ketua KMM), Prof. Yoichi Itagaki)

Sepulang dari Saigon, pada 12 Agustus 1945 rombongan Sukarno – Hatta bertemu dengan Ibrahim bin Haji Yaakob bersama Jenderal Umezu dan Itagaki di Taiping. Dalam pertemuan tersebut Ibrahim bin Haji Yaakob bersama beberapa aktivis KMM melaporkan persiapan kemerdekaan rakyat Semenanjung Malaya di dalam naungan Indonesia Raya. Ibrahim Haji Yaakob juga mengusulkan bahwa kemerdekaan Semenanjung Malaya akan dideklarasikan pada akhir agustus, bersamaan dengan kemerdekaan Indonesia, dan utusan 8 orang dari Semenanjung Malaya akan menghadiri deklarasi kemerdekaan Indonesia.

Menanggapi usulan Ibrahim bin Haji Yaakob tersebut Sukarno menyatakan, “Mari kita wujudkan tanah air untuk seluruh etnis Indonesia”. Ucapan Sukarno ini ditanggapi oleh Ibrahim, “Kami orang Melayu akan berteguh hati mewujudkan tanah air dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia. Kami orang Melayu ditakdirkan untuk menjadi Bangsa Indonesia”

Sementara itu di hotel Station Kuala Lumpur, utusan organisasi Melayu berdatangan dari seluruh Semenanjung Malaya, bahkan juga dari Patani, Singapura dan Kepulauan Riau. Walaupun sabotase dari anggota MPAJA (Malayan People Anti Japanese’s Army) yang mayoritas anggotanya berasal dari etnis Cina dan kaum Komunis, perwakilan organisasi – organisasi Melayu tetap berusaha datang ke Kuala Lumpur.

(Bersambung…)

Rujukan:

Cheah Boon Kheng, 1979, Jurnal Indonesia Volume 28, The Japanese Occupation of Malaya, 1941 – 1945: Ibrahim Yaacob and The Strugle for Indonesia Raya, Cornel University.

Graham K. Brown, 2005, The Formation and Management of Political Identities: Indonesia and Malaysia Compared, University of Oxford.

Greg Poulgrain, 1998, The Genesis of Konfrontasi: Malaysia, Brunei and Indonesia 1945-1965, C. Hurst & Co. Ltd

Harry A. Poeze, 2008, Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia Jilid 1, Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde

Riwanto Tirtosudarmo, 2005, The Orang Melayu and Orang Jawa in the Lands Below the Winds, University of Oxford

http://alifrafikkhan.blogspot.com/2009/08/partai-fascist-indonesia-pfi-dan.html

http://blog.nus.edu.sg/hy4210/2010/10/18/japanese-occupation/

http://lazacode.com/organizations/kesatuan-melayu-muda-history

http://www.geocities.ws/prawat_patani

http://www.angelfire.com/id/sidikfound/moro.html

http://www.usm.my/index.php/about-usm/news-archive/66-news-highlight/6025-MALAYS-NEED-TO-BE-WISE.html

http://www.wikipedia.org

Sumber foto:

http://belajarsejarah.com

http://sembangkuala.wordpress.com/2010/07/24/31st-sultan-of-perak-sultan-abdul-aziz-mu%E2%80%99tassim-billah-shah-ibni-almarhum-raja-muda-musa-i-1938-1948/

 

(diambil dari blog http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150160316827041)