Bagaimana Anda Memulai Hidup Anda Hari ini?

Boulevard UGM
Boulevard UGM

Pagi nan cerah, banyak manusia memuali hidupnya hari ini dengan bersantai ria, banyak orang-orang yang berangkat bekerja untuk memenuhi isi rumahnya, dan banyak para penuntut ilmu yang datang ke sekolahnya untuk memenuhi keegoisan hawa nafsunya, namun tidak sedikit mereka yang memulainya dengan keterbatasan asa..

tahu bagaiman harus memulai?entahlah

tapi sekarang aku sedang mencoba memulai hari ini dengan mengingat saudara-saudaraku yang beberapa pekan ini jarang terlihat wajahnya di televisi, hanya cerita pendeka dari sahabat-sahabatku yang menyaksikan secara langsung mereka mempertahankan tanah leluhur mereka

kutipan kecil dari seorang almarhum al akh mungkin bisa memberikan isian ruhyah bagi kita untuk memulai pagi ini dengan lurus

“Yang mati ditikam sudah banyak, yang mati kena narkoba melimpah, yang mati kebut-kebutan kecelakaan lalulintas sudah banyak. Indonesia bertanya, siapa yang mati dengan seni kematian yang paling indah? Seni kematian yang paling baik membela ajaran Allah, membela mereka yang tertindas dan teraniaya. Mungkin banyak yang ngeri dengan istilah tadi. Sekedar berjalan kaki dari HI kemari (ke depan kedubes AS) belum berarti apa-apa. Tetapi ini akan jadi sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Paletina. Tahukah saudara-saudara sekalian?! Di tengah derita mereka, hidup bertahun-tahun ditenda dan rumah-rumah darurat, ternyata saudara-sadara kita di Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk saudara-saudara kita di Aceh (korban gempa dan Tsunami) kemarin. Karena yang bisa memahami derita adalah orang yang sama –sama menderita, oleh karena itu walaupun kita tidak dalam derita seharusnya punya kepekaan, punya kepedulian dan punya hati yang halus dan lembut untuk bisa mendengar rintihan suara anak –anak di Palestina”. (Alm. Ust. Rahmad Abdullah)

ingatlah saudaraku

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)”. (QS. Al-Ahzab/33:23)

janganlah sampai kita ingkar atas janji yang kita ucapkan ketika ruh ini pertama kali ditiupkan,

wahai saudaraku, sebrapa sih nilai hidup kita di dunia ini? ketimbang keagungan ketika di akhirat nanti? ketimbang nikmat ketika melihat wajah Rabbnya sendiri?

saudara-saudara kita di sana telah membuktikan apa arti hidup, apa arti perjuangan, dan apa arti pengorbanan..

jadi bagaimana anda akan memulai hidup hari ini?

(Sleman, 26 Juni 2009 6:56am)

Penulis: Fakhara Agam

besar, minus, 180cm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s