Tahukah Kita Muslim Negarawan

Berdiskusi dengan seorang Al akh selama sekitar 1-1,5jam, saya diminta untuk menyebutkan 6 kompetensi muslim negarawan. Ternyata saya hanya ingat 5 kompetensi saja..bagaimana mungkin seorang yang tidak hafal mampu mewujudkannya menjadi bagian dari diri pribadi. Maka sebelum menerapkannya kita harus menghafalnya pertamakali, lalu memahaminya. Ibarat belajar materi kuliah, diawali dengan menghafal, lalu memahami ato sebaliknya, baru kemudian diterapkan ketika memang dibutuhkan.

Muslim negarawan sendiri merupakan suatu konsep yang ditawarkan oleh sebuah gerakan dalam mencetak dan mengidentifikasi kadernya melalui penyelarasan karakter yang integral sebagai seorang muslim.

Cara memahaminya adalah dengan memahami, menghafal, kemudian menerapkan 6 kompetensi dasar itu yaitu..

1.) Pengetahuan Ke-Islam-an
Seorang muslim negarawan harus memiliki ilmu pengetahuan dasar keislaman, ilmu alat Islam, dan wawasan sejarah dan wacana keislaman. Pengetahuan ini harus dimiliki agar memiliki sistem berpikir Islami dan mampu mengkritisi serta memberikan solusi dalam cara pandang Islam.

2)Kredibilitas Moral
Seorang muslim negarawan memiliki basis pengetahuan ideologis, kekokohan akhlak, dan konsistensi dakwah Islam. Kredibilitas moral ini merupakan hasil dari interaksi yang intensif dengan manhaj tarbiyah Islamiyah serta implementasinya dalam gerakan (tarbiyah Islamiyah harakiyah).

3)Wawasan ke-Indonesia-an
Seorang muslim negarawan memiliki pengetahuan yang berkorelasi kuat dengan solusi atas problematika umat dan bangsa, sehingga yang dihasilkan dalam proses tarbiyah selain memiliki daya kritis, ilmiah dan obyektif juga mampu memberikan tawaran solusi dengan cara pandang makro kebangsaan agar kemudian dapat memberikan solusi praktis dan komprehensif. Wawasan ke-Indonesia-an yang dimaksud adalah penguasaan cakrawala ke-Indonesia-an, realitas kebijakan publik, yang terintegrasi oleh pengetahuan interdisipliner.

5)Kepakaran dan profesionalisme
Seorang muslim negarawan wajib menguasai studi yang dibidanginya agar memiliki keahlian spesialis dalam upaya pemecahan problematika umat dan bangsa. Profesionalisme dan kepakaran adalah syarat mutlak yang kelak menjadikan kader dan gerakan menjadi referensi yang ikut diperhitungkan publik. (Usahakan IPK cumlaude lah)

6)Kepemimpinan
Kompetensi kepemimpinan yang dibangun seorang muslim negarawan adalah kemampuan memimpin gerakan dan perubahan yang lebih luas. Hal mendasar dari kompetensi ini adalah kemampuannya beroganisasi dan beramal jama’i. Sosoknya tidak hanya sekedar ahli di wilayah spesialisasinya, lebih dari itu ia adalah seorang intelektual yang mampu memimpin perubahan. Di samping mampu memimpin gerakan dan gagasan, kader pun memiliki pergaulan luas dan jaringan kerja efektif yang memungkinkan terjadi akselerasi perubahan.

6)Diplomasi dan Jaringan
Seorang muslim negarawan adalah mereka yang terlibat dalam upaya perbaikan nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu ia harus memiliki kemampuan jaringan, menawarkan dan mengkomunikasikan fikrah atau gagasannya sesuai bahasa dan logika yang digunakan berbagai lapis masyarakat. Penguasaan skill diplomasi, komunikasi massa, dan jaringan ini adalah syarat sebagai pemimpin perubahan.

Maka sesungguhnya kita akan berada di bagian dalamnya ketika mampu menghayati dan memerankannya dalam kehidupan kita. Tentunya dengan keikhlasan dan kejernihan, sesuai fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan RabbNya..

(Seyegan Sleman, 2jan09, 11.22pm)

Penulis: Fakhara Agam

besar, minus, 180cm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s