Dua Tahun Tulisan Tembok

Jangan kita terpesona oleh gemerlapnya dunia
Tapi temukanlah rasa manis yang ada di dalamnya
Karena rasa manis dunia itu agama
Dan rasa manis agama itulah Allah
Dan Allah adalah wujud yang tak dapat dibatasi apapun
Dzat yang bebas nan jaya
Dia tinggikan dan rendahkan apapun siapapun Dia kehendaki tanpa hisab

Akhirnya, tidak ada satu amalpun yang dari manusia
Yang sanggup membuat Allah memasukan manusia itu ke dalam Syurga Nya
Singkatnya semua manusia masuk neraka
Namun ada beberapa manusia pilihan
Yang kekal di Syurga dan sebaliknya sangat banyak yang kekal di Neraka

Ketika miniatur neraka berupa kemiskinan, sakit, dan deritanya datang
Lalu dia kehilangan segala-galanya di dunia
Harta, tahta, waktu, kehormatan
Di setiap sela ingatannya, dia pastikan pengabdiannya
Orang itu tawadhu’ dan rindu kepada Allah
Kemudian Allah telah mengganti semua itu
Maka derita neraka telah digantikan dengan syurga
Begitulah ia kekal di syurga

Sedetik yang lalu syurga telah pergi
Tempatnya telah digantikan oleh neraka
Namun ia telah terbiasa senang dan mudah
Tak menyadari bahwa hidup adalah pergantian keduanya
Manusia ini masih memiliki hastrat setinggi yang dulu
Yang ingin merasakan cepat menghilangkan rasa nyeri hidupnya
Ia panik menghadapi segala derita hidupnya, seharusnya dia bisa ikhlas
Namun dia tidak tahu jalan ikhlas, karena tidak pernah ingin kehilangan
Kehilangan nikmat dunia, kehormatan,dan limpahan harta
Dan ketika Syurga datang kembali mendekatinya iapun tak tahu
Karena hasrat dunia menutupi penglihatannya
Dan begitulah ia kekal di neraka

Maka yang perlu kau lakukan adalah
Tetapkan langkahmu di ridhoNya
Jangan pernah bosan tuk mencintaiNya
Dengan gerak sendumu
Dengan sedikit lagumu
Sejalan nafas yang kau hembuskan
Setitik langkah yang kau tapakkan
Bahwa amal itu akan selalu ada yang memahaminya
Dan sesungguhnya masih ada yang selalu melihat gerak kita
Dan apabila kau tak mampu melihat Allah, maka yakinkanlah Allah melihat kita

(Anonim, tulisan tempel tembok kamar sejak 25 Februari 2008)
Pelajaran moral no 113: manusia seringkali lupa mengingatNya ketika sibuk dan stress soal urusan skripsinya, atau justru telah selesai dengan segala urusan skripsinya

Penulis: Fakhara Agam

besar, minus, 180cm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s