POLUSI 1000X LEBIH CEPAT MENUJU PARU KITA

“Siapa yang mengontrol Udara yang Kita hirup?”

Apakah anda pernah memikirkan tentang hal ini? Apakah anda dapat mengontrol udara yang anda hirup? Apakah anda dapat memastikan bahwa udara yang memasuki paru-paru anda bersih dan bergizi untuk meningkatkan kesehatan anda dan bukan kotor dan membuat anda sakit? Mayoritas akan menjawab pertanyaan ini dengan “tidak”.

Buktinya?
“Menurut data WHO, setiap tahun sekitar 3 juta orang meninggal karena polusi udara atau sekitar 5 % dari 55 juta orang yang meninggal setiap tahun di dunia. 1.500 juta orang yang meninggal sebelum waktunya terjadi di kota-kota Asia. Lebih banyak lagi menderita masalah kesehatan yang parah dari efek samping polusi udara. Kehidupan yang produktif diperpendek oleh masalah kesehatan yang disebabkan oleh menghirup udara yang kotor. Enam dari 15 kota yang paling terpolusi di dunia terdapat di Asia. Posisi yang paling tinggi adalah 1.Katmandu, Nepal, 2. New Dehli, India, 3. Jakarta, Indonesia bersama dengan Chongqing, China, 4. Calcutta, India. Sepertiga dari pencamaran karbondioksida di dunia dikeluarkan di daerah ini.”

Apakah Anda kurang tidur karena polusi udara?
Bank Dunia di Asia memperkirakan bahwa sejumlah besar masyarakat perkotaan di Asia Timur dan Pasifik kehilangan lebih dari 12 tahun yang produktif karena cacat disebabkan oleh polusi udara. WHO memperkirakan pengeluaran sekitar triliunan dolar untuk pengobatan medis demi menyembuhkan orang yang menderita penyakit yang disebabkan oleh polusi udara.‘The Clean Air Initiative for Asian Cities’ (CAI), suatu proyek yang dimulai pada 2001 oleh Asian Development Bank dan Bank Dunia menyadari bahwa kualitas udara di Asia menjadi lebih buruk dalam tahun-tahun terakhir karena urbanisasi dan pencemaran yang meningkat di banyak kota.
Situasi ini dapat diperbaiki melalui manajemen udara yang baik oleh pemerintah dan didukung oleh kesadaran mashyarakat yang lebih besar tentang hal ini. Contoh yang baik adalah Bangkok, di mana jarak pandang di bandara telah meningkat dari 5 kilometer pada 1996 menjadi 9 kilometer pada 2000.

Bagiamana dengan udara di tempat kita?
Suatu dokumen Bank Dunia “Perkiraan pengaruh bahan pencemar udara pada kesehatan; suatu metode yang diterapkan di Jakarta” menyebutkan bahwa:
“Di Jakarta tampaknya mengurangi kedekatan dengan bahan pencemar udara di luar dan di dalam menghaslikan manfaat yang berarti. Misalnya, jika konsentrasi unsure partikel dikurangi dalam setahun sampai setengah standard petunjuk WHO (dan standard US dahulu) perkiraannya menunjukkan bahwa yang meninggal sebelum waktunya berkurang 1.400 orang per tahunnya (dengan jarak 900-1.900) 49.000 kunjungan ruangan darurat, 600.000 serangan astma, 7.6 juta hari yang kurang produktif (termasuk kehilangan pekerjaan) 124.000 kasus bronkitis pada anak–anak dan 37 juta kasus dengan gejala pernapasan yang lain. Untuk Jakarta dianjurkan untuk memberi prioritas kepada pengurangan pemakaian timah dan nitrogen dioksida. Efek polusi timah adalah berkurangnya kemampuan belajar pada anak-anak disebut sebagai kehilangan IQ”.

“Penyakit-penyakit pernapasan adalah pembunuh nomor satu“ suatu artikel dari Sari Setiologi (The Jakarta Post, 2. Sept.2003). Seorang ahli mengatakan, penyakit pernapasan menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia, dari nomor tiga pada tahun 1997 dan nomor enam pada tahun 1993. Pulmologist Ida Bernida mengatakan pada hari Kamis bahwa polusi udara menjadi lebih buruk pada sepuluh tahun terakhir, membuat penyakit pernapasan bertambah parah, termasuk tuberculosis (TBC) astma, kanker paru-paru, chronic obstructive pulmonary disease(COPD) dan pneumonia. Dia mengatakan penyakit cadiovascular dan kanker berturut-turut menjadi pembunuh nomor dua dan nomor tiga.

Kenyataannya untuk Jakarta adalah bahwa polusi udara akan lebih meningkat pada masa yang akan datang daripada menurun, terutama disebabkan oleh jumlah kendaraan bermotor yang meningkat. Sekitar 70% dari polusi udara di Jakarta berasal dari bahan pencemar udara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor, sedangkan sisanya 30% berasal dari pencemaran industri. Departemen Polisi Lalu lintas Jakarta memperkirakan kenaikan jumlah kendaraan sekitar 5% per bulan. Kendaraan ini memakai banyak bahan bakar diesel, bensin premium, minyak tanah dan gas. Seringkali diesel yang dijual di Jakarta memiliki kualitas yang rendah dan melepaskan banyak bahan belerang. Pemerintah sudah memperkenalkan bensin yang tidak mengandung timah untuk memperbaiki udara di Jakarta. Meskipun begitu menurut para ahli, udara kota masih mengandung substansi yang berbahaya ini, disebabkan oleh ribuan kendaraan dari luar kota yang menuju Jakarta setiap harinya dan melepaskan timah. Tingkat kandungan timah yang tinggi dalam darah manusia, khususnya anak-anak dapat menyebabkan anemia, kecerdasan rendah, masalah perilaku, mempengaruhi kesuburan dan mengganggu sistem syaraf. Sebenarnya menghilangkan bensin yang mengandung timah tahap demi tahap adalah suatu prestasi yang bermanfaat yang perlu diteruskan. Pada waktu yang sama masyarakat harus diberitahukan bahwa timah diganti oleh substansi “high octane mogas component” (HOMC) yang mengandung olefin dan aromatic. Seperti timah, olefin dan aromatic adalah oktan yang kotor, yang bisa merusak mesin kendaraan dan kesehatan orang di Jakarta.
Walaupun pemerintah mewajibkan pemilik-pemilik mobil untuk mengikuti tes pencemaran, 77,6% dari kendaraan umum dan komersial di kota tidak lulus. Mayoritas kendaraan pribadi juga gagal. Langkah yang positif terhadap upaya memperbaiki udara di dalam kota kita adalah menyediakan lebih banyak wilayah hijau. Pohon pohon dapat menyerap bahan-bahan gas dan menyeimbangi kondisi dengan metabolismenya dan juga dapat menyerap bahan yang halus yang ukurannya kurang dari 10 microns. Target pemerintah adalah wilayah hijau merupakan 13.9 % dari Jakarta pada tahun 2010, tetapi itupun tidak cukup untuk menyeimbangi udara yang sangat kotor. Menurut para ahli lingkungan dan Forum Lingkungan Indonesia ( WALHI) 30 % adalah ratio yang ideal untuk wilayah hijau. Polusi udara tidak hanya mempengaruhi wilayah di mana pencemar dilepaskan. Angin, tekanan udara, dan angin ribut membawa partikel sampai wilayah dan negara yang letaknya jauh. Oleh karena ini ilmuan menyebut hutan sebagai paru-paru bumi kita. Hutan hujan yang dimiliki Indonesia adalah yang ketiga terbesar di dunia setelah Brasil dan Congo. Meskipun begitu, setiap dua tahun Indonesia kehilangan sekitar empat juta hektar dari hutan, suatu wilayah yang hampir sama dengan ukuran negara Swiss yang disebabkan oleh penebangan dan pembakaran. Jika ini diteruskan dengan kecepatan yang sama sampai tahun 2010 kebanyakan hutan di Sumatra dan Kalimantan akan musnah dan polusi udara akan meningkat secara radikal.

Udara di luar kotor – apakah udara di dalam ruangan lebih bersih?
Kita menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan. Oleh karena itu sangat penting untuk memikirkan tentang kualitas udara yang kita hirup jika sedang tidur, bekerja, belajar, bermain dan bersantai. EPA ( Environmental Protection Agency of America) secara konsisten mengurutkan polusi dalam ruangan sebagai urutan lima (5) besar resiko lingkungan pada kesehatan umum. Kualitas udara dalam rumah 2-5 kali lebih buruk dari pada udara di luar dan terkadang sampai 100 kali. Pergantian udara secara terus-menerus terjadii antara di dalam dan di luar ruangan. Bahkan bahan pencemar di dalam bisa menimbulkan penumpukkan bahan campuran yang jarang ditemukan di luar. Bahan-bahan yang paling berbahaya termasuk sulfurdioksida, karbondioksida, nitrogendioksida dan timah (pada negara berkembang). Bahan campuran ini dikeluarkan oleh tubuh manusia, pencemaran bahan pembangunan, alat-alat. pemakaian produk konsumen, dan pestisida. Keracunan lain yang berhubungan dengan kelembaban, misalnya sistem “air conditioning “dapat menjadi alat pencemar jika tidak dipelihara dengan baik. Kuman dan virus adalah ancaman kesehatan serius yang perlu kita ukur kekuatannya dan harus kita singkirkan sebanyak mungkin. Sejauh mana racun udara ini mempengaruhi kesehatan bervariasi sesuai dengan intensitas dan lamanya kedekatan. Faktor-faktor lain adalah usia, anak kecil, orang usia lanjut, orang yang sudah sakit lebih rentan terhadap pengaruhnya serta orang yang berlatih di tengah-tengah polusi yang paling buruk.

Apakah anda mengetahui bahwa kemungkinan bahan pencemar yang dilepas di dalam ruangan 1000 kali lebih cepat untuk mencapai paru-paru manusia, daripada bahan pencemar yang dilepaskan di luar ruangan?

Musuh kecil seperti apa yang ada di dalam udara?

Unsur partikel:
Komponen berbahaya yang ada dalam udara berpolusi adalah unsure partikel yang sangat kecil dan halus, atau PM 2,5. Ukurannya diameternya kurang dari 2.5 microns atau 30 kali lebih kecil daripada rambut manusia dan juga mengandung jelaga, debu, aerosol, logam dan belerang. Kendaraan, pabrik dan fasilitas industri mengeluarkan bahan tersebut. Perkiraan bahan PM2.5 memasuki bangunan dan paru-paru manusia lebih cepat dan lebih dalam daripada diduga sebelumnya. Orang tua dan khususnya anak-anak lebih rentan. Anak-anak menghisap 50% lebih banyak udara per pon dari berat badannya dibandingkan dengan orang dewasa maka risikonya menjadi tinggi, khususnya jika mereka menderita astma. Tetapi orang dewasa pun dapat meninggal karena kedekatan dengan polusi udara, disebabkan partikel mempengaruhi cara kerja paru-paru. Menurut WHO setiap tahun sekitar setengah juta kematian di Asia dapat dikaitkan dengan unsur partikel dan sulfur dioksida yang berasal dari udara di luar ruangan. Menurut penelitian WHO, jika salah satu bahan pencemar udara, misalnya unsur partikel di Jakarta dapat dikurangi, maka 27 kasus kematian sebelum waktunya dapat dicegahkan setiap minggunya; 1.644 serangan astma dan 340 kasus bronkitis pada anak-anak setiap harinya, itu sama dengan satu pesawat penuh anak-anak setiap harinya yang menderita bronkitis. Tenaga kerja kehilangan 7.6 juta hari yang produktif per tahun. Apakah anda adalah salah satu di antara mereka?

Gas Pembakaran
Di antara lain karbonmonoksida, nitrogen oksida dan sulfur oksida dapat menyebabkan gejala seperti flu, penyakit pernapasan bahkan kematian. Di negara berkembang sebagian besar rumah memiliki rancangan dapur dan oven yang tidak sempurna. Oleh karena itu penting sekali untuk memasak dan memanggang di udara terbuka atau ditempat yang memiliki ventilasi yang sangat baik. Pemakaian arang dalam rumah tangga menyebabkan konsentrat fluorine dan arsenic yang tinggi begitu juga dengan asap kayu yang mengandung bahan pencemar yang tidak sehat. Dianjurkan untuk memakai bahan bakar yang modern seperti minyak tanah dan gas untuk mengurangi bahan pencemar, tetapi ventilasi yang baik juga tetap dibutuhkan. Asap pembakaran sampah yang dapat kita “cium” disekitar rumah hampir setiap hari adalah kegiatan yang menimbulkan banyak polusi; khususnya jika bahan plastik dibakar, maka kita akan menghirup “lethal carcinogens”.

Asap Rokok:
Partikel dan asap yang keluar dari rokok adalah campuran komplek yang terdiri dari ribuan bahan kimia, termasuk carcinogens. Di daerah perkotaan dan negara berkembang jumlah perokok semakin meningkat, oleh karena itu hal tersebut merupakan ancaman yang besar. Para ilmuan memperkirakan bahwa, untuk pertama kalinya jumlah kematian yang disebabkan karena merokok di negara berkembang sama dengan di negara yang maju. Kesimpulannya adalah bahwa pada tahun 2000, setengah dari 4.8 juta kematian yang disebabkan karena merokok terjadi di negara yang miskin. Anak-anak yang menjadi perokok pasif di dalam rumah merupakan masalah yang besar.
Radon, Asbes, Timah

Rumah yang tua mungkin masih terbuat dari bahan bangunan yang mengandung bahan-bahan pencemar seperti radon, asbestos dan timah. Seperti telah dibahas di atas timah masih ditemukan pada udara di luar ruangan. Berhati-hatilah dengan lilin yang modern dan wangi karena dapat menjadi sumber keracunan timah. Ingatlah bahwa ini berbahaya khususnya bagi bayi, anak kecil dan ibu hamil.
Bahan Kimia rumah tangga dan pestisida. Beberapa produk rumah tangga ( termasuk wewangian) bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan tepat; dan menyebabkan berbagai masalah pernapasan.

Kuman dan Infeksi Virus , Tungau , Debu , Jamur
Menghirup mikro organisme ini dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Berhati-hatilah dengan ventilasi yang kurang dan udara yang tidak sehat kemudian disirkulasi kembali.

Orang di Asia meninggal sebelum waktunya dan mengalami kesehatan yang buruk. Infeksi-infeksi Pernapasan yang akut Pada Anak- Anak
(Gejala yang mirip flu, penyakit pernapasan). Menurut Petunjuk Kualitas Udara WHO 1999, ini penyebab paling utama dari kesehatan buruk di dunia dan memiliki hubungan erat dengan pemakaian bahan bakar padat untuk memasak di dalam rumah.

Astma
Sekarang ini diperkirakan jamur dapat menyebabkan astma yang parah pada orang dewasa. Anak anak di U.S yang menderita astma menjadi dua kali lipat dibandingkan duapuluh tahun yang lalu. Para ilmuan tidak mengetahui mengapa astma dalam masa kanak-kanak semakin meningkat, tetapi kualitas udara di luar dan di dalam ruangan berperan penting, misalnya kontak langsung dengan kotoran tungau, debu, kecoa, pestisida, asap rokok, ozon dan abu memiliki efek merusak kesehatan.

Chronic obstructive pulmonary disease
Jangan merokok! Selain itu masih banyak bahan yang menimbulkan iritasi, seperti asap dari bahan kimia dan debu. Telah terbukti pada wanita yang tidak merokok tetapi cenderung menggunakan bahan bakar padat, mengidap penyakit ini.

Penyakit cardiovasular dan kematian
Kedekatan yang lama dengan polusi udara bisa menyebabkan kanker dan kerusakan pada sistem kekebalan, syaraf, reproduksi, dan pernapasan. Dalam kasus ekstrim, dapat menyebabkan kematian.

Kanker paru- paru
Asap rokok masih disebut sebagai penyebab utama kanker paru paru, WHO menyatakan bahwa banyak penelitian di Cina menghubungkan kanker paru paru dengan pemakaian arang untuk memasak dan memanaskan makanan. Kedekatan dengen Radon adalah penyebab kanker yang lain.

Bronkitis
Radang atau iritasi rongga pernapasan yang menuju ke paru-paru seringkali disebabkan infeksi karena virus. Juga dapat berkembang setelah kedekatan dengan bahan kimia dan polusi udara.
Iritasi Mata, Hidung dan Tnggorokan, sesak napas, serta biang keringat
Bisa disebabkan oleh ‘Sick buildings Syndrome’atau “Building Associated Illnesses.

Allergic Rhinitis
Dapat disebabkan karena keturunan, faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risikonya antara lain asap, polusi udara, infeksi dan kedekatan dengan penyebab alergi yang berarti.

Adverse pregnancy outcome
Berhubungan dengan asap dari penggunaan bahan bakar padat dan asap rokok.
Infeksi yang disebabkan virus, Flu dan ancaman baru SARS. Pada 2003 SARS yang ditakuti menyebar ke seluruh dunia, menulari 7.452 orang dan mengorbankan 813 orang, terutama di Cina, Hong Kong, Taiwan, kanada dan Singapore. Pada tahun yang sama banyak virus flu baru ditemukan : WHO mengatakan di website pada 4 Desember bahwa di Inggris enam anak meninggal karena penyakit serupa(disebabkan oleh virus influensa yang mirip type A/ Fujian /411/2002), 11 anak meninggal di Amerika karena virus yang sama. Dan Influenza disebabkan oleh virus A (H3N2) berkembang di Eropa dan Amerika Utara. Pada bulan November, flu menyebar ke negara Eropa, Amerika dan Asia Barat. Rata- rata influenza ini membunuh 36.000 orang Amerika setiap tahunnya. Sebagai pencegahan, masyarakat perlu meningkatkan kekebalan, mengurangi polusi dan tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat.
Di bawah ini adalah gambaran wabah-wabah paling mematikan yang pernah didata dalam sejarah. Wabah akan lebih sering terjadi dan lebih mematikan oleh mobilitas kehidupan modern ini. Apakah dunia akan menjadi semakin kecil dan lebih berbahaya?

Biggest Viral Epidemic Outbreaks
Period Jenis penyakit Place Jumlah kasus Jumlah mati
1790 Smallpox Eropa Unknwn 400.000
1918-19 Spanish Flu Worldwide 2 billion 40 million
1957-59 Asian Flu Worldwide 1 billion 1 million
1968-69 Hong Kong Flu Worldwide Unknown 500.000
1981- HIV Worldwide 1 million 3 million
Sumber: Prof, Kenrad Nelson, John Hopkins ; WHO: Una

REFERENSI :
http://allergy.mcg.edu/patients/index.html
http://www.epa.html
http://www.checnet.org
http://www.who.int/environmental_information/air/guidelines.html
Http://MSN/medicalenciclopedia.
http://www.aboutbreathing/theairyoubreathcankillyou
Clean Air Initiative for Asian Cities, Bangkok Workshop Indonesia

Penulis: Fakhara Agam

besar, minus, 180cm

1 thought on “POLUSI 1000X LEBIH CEPAT MENUJU PARU KITA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s