Aku Menyayangimu (Kick Andy and Iwan Fals)

Hari rabu kemarin, aku bersama teman2 sekelas ke Jakarta., live and exclusive menyaksikan profil seorang legenda hidup musisi sekaligus komposer Indonesia dalam sebuah talkshow kebanggan Metro TV, Kick Andy

Siapa sih yg gak kenal Bang Iwan Fals, mulai dari karakter vokalnya yg ngebas n what the way he is, trus solo gitar, hingga proyek2nya dengan “Gong 2000” bersama Godbless atau “Kantatatakwasamsara” bareng bang Setiawan Jodi, hingga slogan “Oi”nya (Orang Indonesia, baru tahu kalo ternyata itu panggilan akrab bang iwan untuk menyebut para penggemarnya yg engga tahu ato lupa namanya, “bang iwan!!!!!!”, “oi..oi..””)..Lagu2nya yg terkenal di era 79-80an antara lain, “Bongkar”, “Oemar Bakrie”, “Tikus-tikus kantor”, “Sore Tugu Pancoran”, “Galang Rambu Anarki”, de el el

yang paling berkesan dari performa bang Iwan ini adalah penampilan terakhirnya dalam menyanyikan sebuah lagu yg liriknya adalah puisi yang ditulis oleh KH.Mustofa Bisri, ini adalah Puisi kang Gus Mus kedua yang aku tulis di catatan di fesbukku setelah puisi “Kau Ini Bagaimana Atawa Aku Harus Bagaimana”. Lagu yg dinyanyikan Bang iwan berjudul ” Aku Menyayangimu”, puisi / lagu ini ditulis oleh kang gus mus , mendedikasikan puisinya untuk George W Bush ( USA ) yang waktu itu akan menginvasi Irak, mirip catatanku di fesbuk juga yg berjudul “Film “Turtles Can Fly” : Campur Aduk Haru dan Tawa” yg berlatar perang irak-amerika..

nah emang siapa sih kang Gus Mus ini??kenapa bisa begitu tertokohnya sampai2 bang iwan begitu kaget dan sangat tersanjung ketika diminta menyanyikan puisinya?? teman teman Nahdiyyin (NU) pasti jauh lebih faham dari aku yang latar belakang kampunnya orang Muhammadiyah (dulu di Kendal) siapa KH. Mustofa Bisri ini..Gus Mus, adalah seorang kyai terkenal (Kyai guru bukan ya?) seorang pengasuh pondok pesantren di kota Rembang, Jawa Tengah. Kyai NU yang lebih terkenal sebagai budayawan daripada sebagai da’i ini

Gus Mus ini adalah salah satu Kyiai dr NU yang eksis sebagai budayawan yang dekat dengan liberalisme dan prularisme, Beliau sering disebut sebut dekat dengan JIL (Jaringan Islam Liberal) yang lewat kader kadernya terus mencoba menyusup ke kalangan Nahdiyyin, padahal menantunya adalah Salah tokoh nomor wahid JIL yaitu Dr.Ulil Abshar Abdhalla yg sekarang mencalonkan diri sebagai DPP NU. Ulil Abshar di JIL bersama tokoh2 lain seperti Prof.Kommaruddin Hidayat, Prof.Azumardi Azra, Dr. Nasaruddin Umar, Rizal Malarangeng, Saiful Mujani de el el

Meskipun bukan dari kalangan Nahdiyyin, saya cuma bisa berdoa semoga masih ada orang orang baik yang bisa menjaga “khittah” dari NU dan kemurnian ajaran Islam dari Liberalisme dan Pluralisme dan umat islam yang munafik dan fasik seperti JIL. Layaknya Abu bakar Asshidiq, kang Gus Mus mengcounter ketidak adilan, liberalisme, dan pluralisme dengan syair-syair layaknya sastrawan Arab masa kHulafaur Rashiddin..

“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (Al Baqarah:17)”

Orang-orang munafik itu bagaikan orang yang menghidupkan api yang dapat menerangi daerah di sekitarnya kemudian Allah mematikan api tersebut sehingga kegelapan kembali menyelimuti area tersebut. Rentang waktu diantara saat menyalakan dan saat dimatikan oleh Allah itu hanya sekejap saja. Belum sempat mereka merasakan dan menikmati cahaya (hidayah), mereka belum sempat mendapatkan manfaat dari cahaya tersebut, kemudian mereka telah kehilangan cahayanya, sehingga kembalilah mereka dalam kegelapan.

berikut lirik lagunya

“Aku Menyayangimu” oleh Iwan Fals
Cipt: KH Mustofa Bisri

Aku menyayangimu karena kau manusia
tapi kalau kau sewenang-wenang kepada manusia
aku akan menentangmu, karena aku manusia.

Aku menyayangimu karena kau manusia
tapi kalau kau memerangi manusia
aku akan mengutukmu, karena aku manusia.

Aku menyayangimu karena kau manusia
tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan
aku akan melawanmu, karena aku manusia.

Aku akan tetap menyayangimu
karena kau tetap manusia
karena aku manusia.

Aku akan tetap menyayangimu
karena kau tetap manusia
karena aku manusia.

Aku akan tetap menyayangimu
karena kau tetap manusia
karena aku manusia.

Aku akan tetap menyayangimu
karena kau tetap manusia
karena aku manusia.

“Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang maksiat di sekitarmu & hendaklah mereka merasakan ketegasan darimu. Sesungguhnya Alloh membela orang-orang yang taqwa.( QS. At-Taubah : 123 )”\

(Seyegan Sleman, 30 Jan 09. 9.48 am)

Penulis: Fakhara Agam

besar, minus, 180cm

2 thoughts on “Aku Menyayangimu (Kick Andy and Iwan Fals)”

  1. Mungkin lagu ini hasil pemikiran dengan isi atau contoh dri surat Al Baqarah:17)”
    “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (Al Baqarah:17)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s