BINCANG SORE LETTO DAN SHALAT MALAM

BINCANG SORE LETTO DAN SHALAT MALAM

Saya, Agam agam_says@yahoo.co.id, menulis:

Pada tanggal 13/11/07, Imam Manggalya menulis:
agak otak-atik gatuk ya, tapi lumayan..

Oooooo pantes banyak ikhwah yang tiba-tiba jadi Letto-holic di kampus,
Ternyata, Nyam-nyam.. letto-licius

On 11/12/07, Aisyah Putri wrote:
Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta
Reff : Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta
kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta

Back to reff

Siapa yang tak kenal lagu ini? Hampir semua lapisan masyarakat
ngerti betul lagu ini, apalagi saat ini menjadi soundtrack lagu
dari salah satu sinetron di televisi swasta.
Maka tak heran jika anak kecil, remaja aktivis dakwah atau bukan
mengenalnya bahkan mungkin hafal diluar kepala.
Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika
dia membuka isi lagu di hp saya, salah satunya terdapat
lagu sebelum cahaya milik letto. Lagu tersebut didengarnya terus menerus
diulang-ulang hingga temen-temen yang lainnya datang.
sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi
dan praktis mendengarkan pula apa yang dia nyanyikan. “Sebelum cahaya”??
Penasaran juga kan..apa sih maksud lagu itu???
Sampai akhirnya saya bertanya pada dia,
“dik, asyik banget nyanyinya… hmmm…da banyak kenangan nii…dengan lagu itu??
Dia menjawab, “jelas mbak..banyak kenangan..”. Mbak pingin tahu??
Saya mengangguk.. dan dia mulai menceritakan apa yang dimaksud kenangan tersebut
Kata pertama yang keluar adalah, “itu kan ngingetin kita sama sholat lail mbak?”
Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya??
Dia meneruskannya
Bait pertama lagu ini menunjukkan kalau Alloh selalu mengawasi kita
Alloh melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun… kita pergi untuk ambil air wudhu
maka mengapa disana dituliskan kemana kau pergi…
kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika semua orang tengah terlelap
ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika mata masih terkantuk-kantuk.
Siapa yang sanggup untuk menjalankannya? ?
Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka’at demi raka’at, lantunan ayat2
suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang dia temukan dalam baris
perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkan hatimu cinta.
Bait kedua, Alloh ingin menentramkan hati kita, Alloh mengingatkan bahwa kita tidak sendiri dalam
menjalankan sholat Lail, lihatlah ada embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul
dari ufuk timur dan rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut
meniup mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan. Dan mereka inilah
yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.
Bait ketiga menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk menegakkan sholat malam
setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang yang selalu berpegang teguh pada janjinya
terhadap Alloh. Janjinya bahwa dia kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya.
Dan apa yang akan dia dapat? Cinta dari Alloh, pertolongan dari-Nya. Alloh tidak akan pernah
meninggalkan dia sendiri, dia akan senantiasa dipenuhi oleh cinta dari-Nya. Alloh akan selalu
ada bersamanya dan selalu menemani setiap langkah kakinya.”
Sejenak setelah percakapan itu, saya termenung, saya teringat ketika saya melaksanakan
sholat Lail pada acara outbond di kaliurang. Saat itu sesi solo camp, dimana setiap orang
dipilihkan tempat dengan jarak tertentu antar satu dengan yang lainnya. Sehingga rasanya
bener-bener sendirian di tengah hutan. Kami satu tim tahu kalau ada panitia yang mengawasi,
namun..karena mereka ada di atas, sedangkan kami peserta da di bawah tebing maka terasa
sendiri….
Sholat lail beratapkan langit, benar-benar apa yang digambarkan adik binaan saya tersebut
bisa saya rasakan saat itu. suasana malam yang dingin karena di kaliurang, embun yang
bener-bener bisa saya pegang dan rasakan, dan dinginnya angin malam yang sungguh…
sangat mengesankan di hati, hingga dapat membuat sholat Lail pada saat itu membawa kesan
yang begitu mendalam pada diri saya. Dan untuk kali ini, lagu itu yang membuat kesan
tersendiri buat adik binaan saya.
Di akhir cerita ini, saya ingin mengutip taujih dari ustadz tifatul sembiring, bahwa kekuatan
dakwah ada pada kekuatan hubungan kita dengan manusia dan terutama hubungan kita dengan Alloh .
tegakkan ibadah wajib, perbanyak ibadah sunah, terutama jalankan sholat lail setiap malam,
InsyaAllah barakah untuk kita dan dakwah kita.
Disiplin ruhiyah adalah kunci dari kemenangan dakwah ini. Selain itu dialah juga yang dapat
mengantarkan kita pada janji-Nya atas orang beriman.
Dan setiap kita pasti mempunyai cara tersendiri untuk mendisiplinkan ruhiyah kita.
Dan setiap kita pasti mempunyai cara untuk terus bersemangat memperbanyak amalan sunah kita
Dan setiap kita pasti mempunyai cara untuk terus menegakkan sholat Lail di malam-malam yang kita lalui.

Mari…berfastabiqu l khairot….ikhlaska n hati tuk senantiasa menambah amal ibadah kita…

note :
saya bersyukur dengan adanya lagu itu yang lewat lagu dan adik binaan saya, Alloh menitipkan
sesuatu untuk saya, saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk merasakan solo camp (meski
hanya satu kali selama saya hidup hingga saat ini). saya juga bersyukur karena saat ini tidak
diperkenankan bagi akhwat untuk naik gunung di malam hari (mabit aja….bertanya2 nih.. ,)
karena dengan larangan itu, saya mempunyai senjata untuk membangkitkan semangat sholat Lail
dengan mengingat saat solo camp dan mengingat akan perjanjian kita dengan Alloh (QS At-Taubah : 111-112)
Dan saya bersyukur dengan diskusi ringan hari itu dengan adik binaan saya…
(terimakasih ukhti, telah mengingatkanku dan InsyaAllah mengingatkan orang lain juga meski dengan
gayamu nan polos itu….he… he…).

Penulis: Fakhara Agam

besar, minus, 180cm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s